Sabtu, 28 Februari 2015

10 Kuliner Khas Ntt Yang Bikin Beta Rindu Mau Pulang Kampung

- Nusa Tenggara Timur(eNTeTe), salah satu propinsi di selatan Indonesia yang berbatasan darat dengan Negara Timor Leste ini selain mempunyai corak budaya, serta kultur etika istiadatnya yang khas, juga mempunyai masakan atau kuliner khas tersendiri.  Selain itu, propinsi dengan hasil panen jagung tertinggi ini menjadikanya sebagai komoditi unggulan di sector pertanian. Propinsi NTT dengan 22 kabupatenya yang tersebar di Pulau Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Lembata yang disingkat FLOBAMORATA ini mempunyai masakan khasnya tersendiri.

Semerdu petikan dawai sasando, selembut bunyi anak Timor menyanyi  Bolelebo, selincah komodo, semegah rumah etika Wae Rebo, Sekuat para nelayan penangkap ikan paus  di Lamalera,  membuat  rasa rindu di setiap manusia putra-putri NTT yang pergi merantau tergugah hatinya untuk kembali ke kampung halamanya. Sio Mama e, beta rindu mau pulang e…

Bagi para wisatawan baik local maupun mancanegara, berburu masakan khas NTT tidaklah sulit. Mereka tidak perlu jauh-jauh keliling pulau-pulau di NTT. Cukup dating ke Kota Kupang, ibukota propinsi NTT ini sudah dapat menikmati citarasa masakan daerah-daerah di NTT.
Berikut ini beberapa masakan atau kuliner khas tempat Nusa Tenggara Timur yang perlu Anda nikmati citarasanya :

1. Daging Se’i

Kuliner yang diolah dari daging babi atau sapi ini menjadikanya salah satu masakan terfavorit masyarakat NTT. Pengolahanya yang masih memakai cara tradisional, yakni daging diasapi dengan tungku api, dan ditutupi daun kusambi. Daging se'i paling lezat kalau dinikmati bersama sambal lu'at. Hampir di seluruh tempat di NTT menyajikan sajian utama se'i jadi tidak susah kalau mau coba masakan yang satu ini.

2. Sambal lu'at


Salah satu tambahan kuliner, dan akan Anda jumpai di rumah-rumah masyarakat NTT. Sambal dengan aroma khas daun kemangi dan mempunyai cita rasa asam dari perasan jeruk nipis. Biasanya sambal ini disajikan dengan sajian khas lainnya menyerupai se'i atau jagung bose. Sambal lu'at selalu menjadi primadona para pencinta pedas yang berburu masakan khas NTT untuk dijadikan oleh-oleh.

3. Jagung Bose


Tidak lengkap rasanya, kalau Anda tiba ke tempat di NTT dan tidak merasakan sajian yang satu ini. Jagung bose, sebutan masyarakat setempat untuk sajian khas yang diolah dari jagung kering yang diambil biji jagungnya, pengolahanya dengan cara tradisional dengan ditumbuk memakai lesung. Biji jagung tanpa kulit ini kemudian diolah bersama kacang-kacangan menyerupai kacang hijau dan kacang tanah. Campuran jagung bose dan kacang-kacangan itu dimasak dengan memakai santan. Walaupun melewati proses memasak yang cukup lama, namun rasanya yang lezat sebanding dengan penantiannya.

4. Jagung ktemak (Penpasu)


Rajanya masakan di daratan Timor, dari ujung Kota Kupang hingga Lospalos, Timor Leste, Anda akan menjumpai masakan yang satu ini. Tidak heran kalau di Pulau Timor merupakan  salah satu lumbung jagung terbesar di tempat NTT. Jagung Ktemak atau bagi masyarakat di kabupaten TTU menyebutnya ‘Penpasu’ ini merupakan kuliner pokok masyarakat Timor. Cara pengolahannya pun terbilang sederhana, jagung kering hasil panen di kupas kulitnya, diluruh kemudian dimasak dalam periuk tanah dicampur sayuran dan kacang-kacangan. Proses memasaknya terbilang lama, masakan ini dihidangkan dengan sambal lu’at sebagai tambahan cita rasa pedas.

5. Ubi Nuabosi


Kuliner khas ini berasal dari Ende, merupakan sejenis umbi-umbian. Makanan ini dapat dipakai sebagai pengganti nasi alasannya yaitu mengandung karbohidrat yang cukup. Walaupun asalnya dari Ende, tapi ternyata Ubi Nuabosi ini juga merupakan kuliner favorit orang Kupang, walaupun ketika sudah hingga Kupang, harganya melonjak menjadi Rp 60.000 satu ikat. Kata orang yang udah pernah nyobain Ubi Nuabosi, masakan ini lezat alasannya yaitu kalau dikunyah lebih lembut, harum, dan ngga ada pengaruh kembung pada perut sesudah mengkonsumsinya.

6. JAWADA ATAU KUE RAMBUT


Disebut oleh masyarakat setempat sebagai Jawada, kuliner ini yaitu cemilan khas dari Pulau Flores dan Pulau Alor. Kue ini biasanya disajikan pada upacara etika istimewa. Bentuknya biasanya segitiga dan mempunyai aroma yang khas yang merupakan adonan antara wangi tepung yang digoreng dan gula merah. Kuliner khas ini rasanya manis, dibentuk dari adonan tepung beras, gula aren, santen, dan air nira yang kemudian diolah dengan digoreng ke dalam minyak panas.
Teksturnya yang menyerupai bihun goreng kering atau rambut ikal inilah yang menciptakan nama lainnya yaitu kuliner ringan elok rambut. Cara membuatnya yaitu mencampurkan semua materi tapi dihentikan terlalu kental atau encer. Kemudian, semoga bentuknya menyerupai rambut, warga lokal biasanya memakai batok kelapa atau kaleng yang dilubangi kecil-kecil. Adonannya kemudian dituang dan digoyangkan di atas minyak panas hingga berbentuk menyerupai rambut dengan lapisan yang tipis dan digoreng dengan metode deep frying semoga renyah.

7. Lawar ikan sardin


Menu khas yang satu ini paling digemari alasannya yaitu mempunyai rasa yang lengkap, yaitu pedas asin asam. Lawar ikan sardin dibentuk dari ikan sardin halus yang sudah di bersihkan, kemudian diberi cuka, cabe, daun badang, dan bawang merah. Makanan ini tidak melalui proses memasak. Walaupun tidak dimasak tapi busuk bau pada ikan sardin itu tidak akan terasa, yang ada kau akan ketagihan untuk nambah.

8. Kue cucur


Kue berbentuk bundar lonjong ini dibentuk dari adonan tepung beras, tepung terigu dan gula merah. Kue ini mempunyai tekstur yang lembut dan warna kecoklatannya berasal dari gula merah. Kue ini sering dijadikan buah tangan ketika berkunjung ke kota Kupang. Kue cucur dijual setiap pagi di pinggir jalan dengan harga yang murah dan rasanya manis.

9. JAGUNG TITI


Makanan ini khas dari tempat Larantuka, Flores Timur. Tapi ga cuma dimakan sama orang di Larantuka aja, tapi juga oleh masyarakat di sekitar Larantuka menyerupai Adonara, Lembata, dsb. Oleh masyarakat setempat dimakan sebagai cemilan atau penunda lapar. Kalau dari bentuknya, menyerupai cornflakes ya Gaes!

10. Tua Nakaf Insana (TNI)



Walaupun bukan salah satu masakan resmi atau masakan non-halal dari NTT namun dalam bentuk minuman yang juga dikenal dengan nama tuak/arak/sopi. Tentara Nasional Indonesia yaitu minuman khas masyarakat Timor yang merupakan nira hasil sadapan dari pohon lontar atau buah enau. TNI  yang warnanya menyerupai air putih dan agak kuning,  rasanya agak pahit. Eleng babae bapa..hehehe

Comments


EmoticonEmoticon