Cewek Abg Jaman Kini Lebih Hina Daripada Pelacur
Cewek ABG Jaman Sekarang Lebih Hina daripada Pelacur – Bagaimana mungkin cewek ABG jaman kini sanggup lebih hina dibandingkan pelacur? Mengapa demikian? Ada sebuah kisah ihwal percakapan antara seora cowok dengan seorang pelacur yang sudah menjadi PSK selama 3 tahun. Pelacur tersebut bercerita kepada cowok ihwal kehidupannya mengapa beliau sanggup menjadi PSK. Dan ternyata, pelacur tersebut rela ditiduri oleh para hidung belang demi mendapatkan sesuap nasi. Berikut sedikit dari kisahnya.
Pelacur : Emmh, lumayanlah sudah 3 tahun.
Pemuda : Weyy sudah usang juga ya?
Pelacur : Iya mas, soalnya susah mencari pekerjaan lain, apalagi lulusan SD menyerupai saya.
Pemuda : Apa sih yang tidakak mungkin, Mbak. Walaupun lulusan SD juga Insya Allah niscaya ada pekerjaan yang lebih baik.
Pelacur : Iya sih, saya pernah jadi Pembantu, tapi saya malah sering disiksa. terus bayaran kecil, sedangkan anak di rumah butuh makan.
Pemuda : Anak? Mbak, punya anak? Lalu kemana suami, Mbak? Apa maaf nih sebelumnya, suami mbak tidak ngelarang mbak menyerupai ini?
Pelacur : Suami saya pergi ninggalin saya 4 tahun yang lalu. Dia cari cewek lain.
Pemuda : Sekarang mbak hidup cuma berdua sama anak, Mbak?
Pelacur : Iya mas. Saya titipin beliau ke pesantren, saya berharap beliau jikalau sudah besar tidak jadi menyerupai saya (sambil sudah mulai mengucurkan air mata).
Pemuda : Apa mbak pernah berfikir, pekerjaan ini haram?
Pelacur : Bukan pernah lagi, tapi saya selalu kepikiran mas, tapi jujur bagaimana lagi saya sanggup uang, saya tidak mau minta minta sama tetangga atau sodara.
Pemuda : Kasian anak mbak, beliau makan uang haram.
Pelacur : Saya selalu berdoa, supaya sayalah yang menanggung dosa itu semua. Yang penting anak saya sanggup makan enak.
Pemuda : Emmh. semoga saja cepat sanggup hidayah, Mbak. Terus mbak sanggup pekerjaan yang layak.
Pelacur : Aamiin, Mas. terimakasih sudah mau ngobrol sama saya.
Pemuda : Memang mengapa, apakah salah?
Pelacur : Kebanyakan orang mengucilkan saya. Paling yang mau ngobrol dengan saya ialah Om-om atau cowok yang mau jadi langganan saya.
Pemuda : Semua orang derajatnya sama, Mbak. Yang membedakan hanya amal perbuatan mereka.
Pemuda : Weyy sudah usang juga ya?
Pelacur : Iya mas, soalnya susah mencari pekerjaan lain, apalagi lulusan SD menyerupai saya.
Pemuda : Apa sih yang tidakak mungkin, Mbak. Walaupun lulusan SD juga Insya Allah niscaya ada pekerjaan yang lebih baik.
Pelacur : Iya sih, saya pernah jadi Pembantu, tapi saya malah sering disiksa. terus bayaran kecil, sedangkan anak di rumah butuh makan.
Pemuda : Anak? Mbak, punya anak? Lalu kemana suami, Mbak? Apa maaf nih sebelumnya, suami mbak tidak ngelarang mbak menyerupai ini?
Pelacur : Suami saya pergi ninggalin saya 4 tahun yang lalu. Dia cari cewek lain.
Pemuda : Sekarang mbak hidup cuma berdua sama anak, Mbak?
Pelacur : Iya mas. Saya titipin beliau ke pesantren, saya berharap beliau jikalau sudah besar tidak jadi menyerupai saya (sambil sudah mulai mengucurkan air mata).
Pemuda : Apa mbak pernah berfikir, pekerjaan ini haram?
Pelacur : Bukan pernah lagi, tapi saya selalu kepikiran mas, tapi jujur bagaimana lagi saya sanggup uang, saya tidak mau minta minta sama tetangga atau sodara.
Pemuda : Kasian anak mbak, beliau makan uang haram.
Pelacur : Saya selalu berdoa, supaya sayalah yang menanggung dosa itu semua. Yang penting anak saya sanggup makan enak.
Pemuda : Emmh. semoga saja cepat sanggup hidayah, Mbak. Terus mbak sanggup pekerjaan yang layak.
Pelacur : Aamiin, Mas. terimakasih sudah mau ngobrol sama saya.
Pemuda : Memang mengapa, apakah salah?
Pelacur : Kebanyakan orang mengucilkan saya. Paling yang mau ngobrol dengan saya ialah Om-om atau cowok yang mau jadi langganan saya.
Pemuda : Semua orang derajatnya sama, Mbak. Yang membedakan hanya amal perbuatan mereka.
Dan dialog pun semakin panjang soalnya kata beliau kini sedang sepi objek. Kaprikornus sanggup nyempetin waktu untuk ngobrol.dan kata si pelacur umur beliau kini gres 28 tahun. Umur yang masih muda.
Dari dialog di atas saya terpikir, mengapa kebanyakan cewek ABG kini itu moralnya lebih HINA dibandingkan PELACUR! Bandingkan cewek ABG jaman sekarng banyak yang sudah jebol sebelum menikah. Ingat dosa juga woi! Ingat kehidupan alam abadi nantinya! Mereka membuang-buang keperawanannya hanya demi si pujaan hati yang dengan gampang merayu. Mereka tidak pernah meratapi perbuatan mereka, bahkan mereka melakukannya secara GRATIS! Tanpa bayaran sepeser pun. Tapi bandingkan dengan para PELACUR dijalan, mereka walaupun Rela di tiduri lelaki. Tetapi mereka melaksanakan semua itu hanya untuk mencari sesuap nasi.
Sekarang timbul sebuah pertanyaan. Sebenernya masih pentingkah sebuah keprawanan itu? Kalau berdasarkan saya, PENTING! Alasannya? Banyak faktor yang akan menjadi efek pribadi maupun tidak pribadi dalam relasi pernikahan nantinya. Walaupun cowok itu populer dengan sebutan hidung belang, tapi banyakk sekali bahkan hampir semua cowok itu mengidamkan seorang perempuan baik-baik dan masih virgin untuk mereka jadikan istri dan calon ibu dari anaknya kelak. Jadi, tolong buat kalian yang merasa jikalau keperawanan itu tidak penting, buang jauh-jauh pemikiran menyerupai itu. Itu ialah modal masa depan, dan kalian harus besar hati dalam hati kalian "Aku besar hati tetap perawan sebelum menikah".
Kalau lihat konteks konkret dikehidupan sehari-hari, banyak belum dewasa ABG atau anak gres gede yang memang sudah tidak perawan. Kalau tidak salah, dulu pernah ada forum pendidikan melaksanakan tes dan survei. Kalo ditanya, apa untungnya? Adakah yang sanggup jawab? Selain kata "nikmat duniawi" katanya. Dan itu bukan sebuah alasan juga bukan balasan yang tepat. Aneh lagi waktu tahu ada yang bilang "Toh waktu ijab kabul tidak ditanya masih perawan atau tidak,.jadi tidak ada yang tahu selain calon suami, jadi tidak usah takut malu".
Hadeh, anutan siapa coba? Sekolahnya yang tidak benar, orang tuanya yang salah didik,atau memang anaknya yang tidak tahuu malu? Menikahi seorang cewek yang sudah tidak perawan lagi itu ialah beban tersendiri bagi seorang cowok, dengan catatan bahwa keperawanan itu hilang dengan cowok lain. Kalau masih ada yang ngeyel dan bilang "Dia mau kok terima saya dan mendapatkan apa adanya". Ingat! Cowok itu punya ego, apalagi cowok yang bakal nikah sama kau itu ialah calon pemimpin keluarga kalian kelak. Awal-awal mungkn bukan masalah, tapi suatu saat ketika ada problem atau pertengkaran, problem menyerupai ini niscaya akan diungkit dan akan jadi boom waktu yang kapanpun siap meledak. Itulah cowok
Berbeda dengan suasana saat menikah dan benar-benar menyerahkan seutuhnya kepada suami. Akan ada sebuah rasa hormat tersendiri dari seorang suami kepada istri. Karena satu-satunya hal yang harus beliau jaga selama ini benar-benar beliau jaga dengan baik dan dipersembahkan untuk suami. Nah, buat para perempuan, tinggal pilih, mana jalan yang mau kalian ambil. Kalian masih sanggup menentukan sebelum kalian menyesal. Menyerahkan mahkota kalian kepada seseorang yang belum tentu menjadi suami kalian itu ialah perbuatan yang akan kalian sesali seumur hidup. Mahkota itu hanya ada 1 dan tidak sanggup dibeli dimana pun. Kaprikornus sebelum terlambat SAVE YOUR VIRGIN.
Semoga Bermanfaat




