Tahukah Kamu? Ternyata Ini Alasan Penamaan Black Box Pada Peswat
Tragedi Lion Air JT 610 masih menyisakan murung mendalam bagi bangsa Indonesia. Tim SAR campuran terus berupaya dalam melaksanakan penyelamatan baik terhadap korban maupun pesawat nahas terebut.
Kasus kecelakaan dalam dunia penerbangan memang tidak bisa dilepaskan dari sebuah benda yang bernaman 'Black Box'. Barang tersebut yaitu kunci dalam melaksanakan penyidikan terkait penyebab jatuhnya pesawat. Black box yaitu sekumpulan perangkat yang dipakai dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam bunyi kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.
Fungsi dari black box atau kotak hitam sendiri yaitu untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sebenarnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna jingga/oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian kalau pesawat itu mengalami kecelakaan. Lantas mengapa dinamakan kotak hitam? dalam hal ini ada dua versi:
Pertama; Istilah kotak hitam muncul dikala selepas pertemuan mengenai perekam penerbangan komersial pertama yang dinamai "Red Egg" sebab warna dan bentuknya, seseorang berkomentar: "Ini yaitu kotak hitam yang menakjubkan". Kotak hitam yaitu istilah yang lebih humoris dan hampir tidak pernah dipakai dalam industri keselamatan penerbangan. Perekam ini secara umum tidak berwarna hitam, namun biasanya oranye terperinci (lihat gambar) sebab ditujukan supaya gampang dicari dan ditemukan sesudah terjadi suatu insiden.
Kedua; Versi selanjutnya yaitu dari terminologi RAF dikala Perang Dunia II. Selama periode penemuan elektronik gres pada 1940-1945, benda ibarat Oboe, GEE dan H2S dipasang pada pesawat (biasanya pesawat pengebom) secara rutin. Purwarupanya ditutupi kotak besi buatan dan dicat hitam untuk mencegah pemantulan. Setelah beberapa waktu, barang elektronik "baru" apapun disebut sebagai "kotak trik" (box-of-tricks) atau "kotak hitam" (black box). Ekspresi ini meluas sampai masa penerbangan sipil sesudah perang dan balasannya penggunaan secara umum.
Penemuan Black Box sendiri digagas di tahun 1953 oleh David Warren seorang Ilmuwan Aeronautical Research Laboratory (ARL) di Australia. Kemudian pada tahun 1957 David Warren menyelesaikan prototip alat tersebut yang diberi nama ARL Flight Memory. Alat ini bisa merekam data percakapan antara pilot dengan kru selama 2 jam. Namun sayangnya, pihak Australia tidak berminat untuk menyebarkan alat tersebut. Sehingga pada tahun 1958 Sekretaris United Kingdom Air Registration Board merasa tertarik pada prototip mesin yg diciptakan oleh David Warren.
Warren beserta tim diminta oleh pihak Inggris membawa alat tersebut untuk dikembangkan di Inggris. Alat tersebut disempurnakan dengan pembungkus kotak yang diberi nama CSMU (Crash Survivable Memory Unit). Kotak tersebut dari lempeng aluminium tipis, silika dan baja tahan karat sehingga bisa bertahan dalam aneka macam keadaan ekstrim.
Alat tersebut balasannya laris terjual ke banyak negara untuk perlengkapan pesawat terbang, sehingga pada tahun 1960 negara Australia merupakan negara pertama yang menerapkan bahwa semua pesawat terbang harus mempunyai Black Box.
Kasus kecelakaan dalam dunia penerbangan memang tidak bisa dilepaskan dari sebuah benda yang bernaman 'Black Box'. Barang tersebut yaitu kunci dalam melaksanakan penyidikan terkait penyebab jatuhnya pesawat. Black box yaitu sekumpulan perangkat yang dipakai dalam bidang transportasi - umumnya merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam bunyi kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.
Fungsi dari black box atau kotak hitam sendiri yaitu untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan. Walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sebenarnya kotak tersebut tidak berwarna hitam melainkan berwarna jingga/oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian kalau pesawat itu mengalami kecelakaan. Lantas mengapa dinamakan kotak hitam? dalam hal ini ada dua versi:
Pertama; Istilah kotak hitam muncul dikala selepas pertemuan mengenai perekam penerbangan komersial pertama yang dinamai "Red Egg" sebab warna dan bentuknya, seseorang berkomentar: "Ini yaitu kotak hitam yang menakjubkan". Kotak hitam yaitu istilah yang lebih humoris dan hampir tidak pernah dipakai dalam industri keselamatan penerbangan. Perekam ini secara umum tidak berwarna hitam, namun biasanya oranye terperinci (lihat gambar) sebab ditujukan supaya gampang dicari dan ditemukan sesudah terjadi suatu insiden.
Kedua; Versi selanjutnya yaitu dari terminologi RAF dikala Perang Dunia II. Selama periode penemuan elektronik gres pada 1940-1945, benda ibarat Oboe, GEE dan H2S dipasang pada pesawat (biasanya pesawat pengebom) secara rutin. Purwarupanya ditutupi kotak besi buatan dan dicat hitam untuk mencegah pemantulan. Setelah beberapa waktu, barang elektronik "baru" apapun disebut sebagai "kotak trik" (box-of-tricks) atau "kotak hitam" (black box). Ekspresi ini meluas sampai masa penerbangan sipil sesudah perang dan balasannya penggunaan secara umum.
Warren beserta tim diminta oleh pihak Inggris membawa alat tersebut untuk dikembangkan di Inggris. Alat tersebut disempurnakan dengan pembungkus kotak yang diberi nama CSMU (Crash Survivable Memory Unit). Kotak tersebut dari lempeng aluminium tipis, silika dan baja tahan karat sehingga bisa bertahan dalam aneka macam keadaan ekstrim.
Alat tersebut balasannya laris terjual ke banyak negara untuk perlengkapan pesawat terbang, sehingga pada tahun 1960 negara Australia merupakan negara pertama yang menerapkan bahwa semua pesawat terbang harus mempunyai Black Box.
